Jabar.WahanaNews.co, Kota Depok – Terjadi kelebihan muatan di hari pertama Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online TKN-SDN-SMPN Kota Depok tahun ajaran 2024.
Baca Juga:
Diskominfo Kota Depok Catat, 20 Ribu Lebih Pengguna Wifi DSW Sejak Januari-Februari 2025
Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, Sutarno dapat memahami jika ada kepanikan di kalangan orang tua peserta didik di TKN-SDN-SMPN.
"Disdik Kota Depok mengimbau para orang tua siswa untuk tidak panik, jika sukar mengakses situs PPDB maka, di coba lagi pasti bisa, karena server PPDB tidak rusak atau drop alias lemot," ujar Sutarno saat kunjungan di Kantor PWI Kota Depok, Senin (03/06/2024).
Baca Juga:
Bejat Pake Banget! Pria Residivis Perkosa Wanita di Depok, Jual ‘Hape’ Korban buat Beli Sabu
Sebut Sutarno, pendaftaran hari pertama PPDB SDN/SMPN di Kota Depok Tahap I untuk Jalur Zonasi pada 3-4 Juni 2024 di web ppdbkota.depok.go.id.
Web PPDB ini sempat tidak dapat diakses lantaran banyaknya masyarakat yang mengakses. Langsung cepat ditangani panitia lantaran memang tidak ada masalah dengan server.
"Terus dicoba, pasti bisa kok kalau lalulintas pemakaiannya sudah nggak padat. Jadi harus dipantau terus," bilang Sutarno.
Sutarno berharap pelaksanaan PPDB Disdik Kota Depok pada 2024 ini berlangsung kondusif dan minta semua pihak, terutama para orang tua siswa supaya mendukung suksesnya PPDB TKN-SDN-SMKN Kota Depok.
"Kami mohon dukungan semua pihak, terutama para orang tua siswa agar pelaksanaan di Kota Depok berlangsung sesuai dengan asas objektif, transparan dan akuntabel," harap Sutarno.
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Depok, Rusdy Nurdiansyah apresiasi kunjungan Sekdis Disdik Kota Depok, Sutarno.
"Kunjungan Pak Sutarno ke Kantor PWI Kota Depok ini bukti langsung responsif dan bergerak cepat mengatasi perbincangan server PPDB Disdik Depok down dengan juga melakukan jumpa pers dengan wartawan di Kantor PWI Kota Depok," ujar Rusdy.
Sebut Nurdiansyah, temu pers dengan wartawan di PWI Kota Depok ini untuk memberikan penjelasan yang terjadi dengan harapan tidak menimbulkan kepanikan dimasyarakat.
[Redaktur: Hendrik I Raseukiy]