DEPOK.WAHANANEWS.CO, Cimanggis – Ketua DPRD Kota Depok, Ade ‘Ades’ Supriyatna, membantah rumor yang kerap digaung-gaungkan pejabat bidang komunikasi pemerintahan Kota Depok bahwa ada pemangkasan dana anggaran kerjasama publikasi di media massa di lingkungan Pemerintahan Kota (Pemkot) Depok dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).
Bahkan, politisi PKS ini tegaskan bahwa pihak Badan Anggaran (banggar) DPRD Kota Depok malah berencana menambah alokasi anggaran publikasi pada perubahan anggaran mendatang, termasuk yang berkaitan untuk mendukung kebutuhan publikasi bagi masing-masing legislator dari semua partai politik yang fraksi di dewan rakyat ini.
Baca Juga:
Khairulloh Protes Pemkot Depok Beredel Uang Kematian hingga Kesehatan Orang Melarat
“Jadi tidak benar itu jika ada efisiensi yang disebut ada pemangkasan anggaran publikasi. Malah hendak ditambahkan. anggarannya masih stabil, masih tetap sama,” ujar Ades kepada awak pers pekan yang lalu, Sabtu (9/5/2026).
Menyakinkan ia mengatakan bahwa alokasi anggaran di bidang media massa-pers untuk publikasi kinerja pemerintahan serta kegiatan para legislator hingga saat ini juga tetap stabil.
Menurut Ades, tidak ada kebijakan efisiensi atau pemotongan terhadap anggaran untuk kemitraaan dengan media massa di satuan kerja pemerintah maupun DPRD.
Baca Juga:
Pawai Budaya Nusantara Lebaran Depok 2026: Ribuan Peserta dan Warga Bergembira
Sanggahan Ades, menjawab klarifikasi awak pers berkaitan ada sejumlah pejabat bidang komunikasi dan publikasi Pemkot Depok. Oknum ini mengelak menjelaskan kepada pers soal pengelolaan anggaran APBD kemitraan dengan media massa dengan dalih tidak ada anggaran karena ada pemangkasan dengan bahasa sumir efisiensi.
Lanjut anggota dewan rakyat dari politisi PKS ini, pengelolaan anggaran hanya menyesuaikan ritme pengeluaran sambil menunggu penyesuaian dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) berkaitan pembahasan anggaran perubahan.
Bahkan, Ades mengungkapkan bahwa pihaknya berencana menambah alokasi anggaran publikasi pada perubahan anggaran mendatang, termasuk untuk mendukung kebutuhan publikasi masing-masing anggota dewan.
“Yang jelas, anggarannya masih tetap sama. Bahkan di perubahan nanti saya mau tambah lagi. Seperti kemarin, ada yang melekat di Dewan supaya bisa membuat rilis untuk masing-masing anggota Dewan yang jumlahnya 50 orang. Jadi tetap akan kita tambah untuk media,” katanya.
Ade menilai media memiliki peran penting dalam mendukung publikasi kerja-kerja politik para anggota DPRD kepada masyarakat. Menurutnya, keberadaan media menjadi sarana strategis untuk meningkatkan keterkenalan sekaligus citra para wakil rakyat di mata publik.
“Karena itu balik lagi ke anggota Dewan sendiri. Mereka juga butuh publisitas. Tinggal bagaimana teman-teman pers mampu memberikan pelayanan pemberitaan kepada masing-masing anggota Dewan. Dengan pemberitaan itu maka rating mereka juga bisa naik,” jelasnya.
Ia menambahkan, setiap anggota dewan tentu memiliki kepentingan politik untuk kembali memperoleh dukungan masyarakat pada pemilihan berikutnya. Karena itu, pemberitaan menjadi suatu faktor instrumen penting dalam menyampaikan kinerja dan aktivitas mereka kepada konstituen.
[Redaktur: Tyo Zaharo]