DEPOK.WAHANANEWS.CO, Cilodong – Rangkaian hari keempat Lebaran Depok, diantaranya, dihadirkan Tradisi Pasar Pengabisan yang berlangsung di Alun-alun Timur, Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat, Jumat (8/6/2026).
“Kegiatan ini menjadi suatu upaya melestarikan budaya masyarakat Depok tempo dulu sekaligus mengenalkan tradisi persiapan menjelang Hari Raya Idulfitri kepada generasi muda,” ujar Sekretaris Umum Kumpulan Orang-Orang Depok (KOOD) Berbudaya, Nina Suzana, Jumat (8/6/2026).
Baca Juga:
Lebaran Depok 2026: Kebo Andil, Tradisi Potong Kerbau Sarat Nilai Kebersamaan dan Toleransi di Betawi Depok
Sebut Nina, Pasar Pengabisan merupakan tradisi masyarakat Depok sebagai kesempatan terakhir berbelanja kebutuhan sebelum Idulfitri tiba.
“Kalau emak-emak usia 50 tahun ke atas pasti masih mengalami masa itu. Orang tua kita dulu sudah sibuk mempersiapkan Idulfitri dari mulai ngubek empang, nyuci perabotan, sampai beli baju buat anak-anaknya,” ujar Nina Suzana di sela kegiatan.
Ia menjelaskan, masyarakat tempo dulu menjalani rangkaian persiapan lebaran secara bertahap. Selain membersihkan rumah dan perabotan, warga juga memanfaatkan hari-hari terakhir sebelum Idulfitri untuk membeli berbagai kebutuhan pokok karena pasar biasanya tutup selama dua hingga tiga hari saat lebaran.
Baca Juga:
Lebaran Depok 2026 Diserbu Warga, UMKM Raup Berkah
Menurut Nina, tradisi tersebut tidak hanya identik dengan pembelian bahan makanan seperti ketupat, sayur-mayur, dan lauk-pauk, tetapi juga pakaian baru bagi anak-anak untuk dikenakan pada hari raya.
“Makanya ada yang namanya pasar pengabisan atau pasar terakhir menjelang Idulfitri. Di situlah orang tua kita membeli kebutuhan lebaran. Biasanya ibu-ibu beli baju buat anaknya satu atau dua stel buat gantian dipakai hari pertama dan kedua lebaran. Kalau cuma satu, besok dipakai lagi bajunya,” tuturnya.
Ia menambahkan, sebagian kebutuhan pangan masyarakat Depok masa lalu juga diperoleh melalui tradisi ngubek empang, yakni menangkap ikan di empang sebagai bagian dari persiapan menyambut lebaran.
Melalui penyelenggaraan Lebaran Depok 2026, KOOD Berbudaya bersama masyarakat berharap Pasar Pengabisan tidak sekadar menjadi nostalgia, tetapi juga sarana edukasi budaya bagi generasi penerus.
“Di Lebaran Depok ini kita angkat kembali supaya anak cucu kita paham bahwa ini bagian dari tradisi dan budaya kita,” tandasnya.
Tradisi Pasar Pengabisan pun menjadi pengingat bahwa semangat menyambut Idulfitri bagi masyarakat Depok bukan hanya soal perayaan, tetapi juga tentang menjaga warisan budaya dan nilai kebersamaan yang telah hidup sejak masa lampau.
Lebih lanjut, disebut Ketua Panitia Lebaran Depok 2026, Hamzah pada hari Jumat, 8 Mei 2026. di Alun-alun Timur Kota Depok dilanjutkan dengan malam penuh budaya, musik, dan yang dimeriahkan oleh Band WALI, EL CORONA Biang Kerok, Family’s Group, Pasar Penghabisan, Tampilan Budaya, Soerplus, Gambang Kromong, dan masih banyak yang lainnya.
Ketua Panitia Pelaksana Lebaran Depok 2026, Hamzah saat sedang tampil di penampilan Band PWI Kota Depok, Kamis (7/6/2026). [DEPOK.WAHANANEWS.CO / PWI Kota Depok]
Lebih lanjut, disebut Ketua Panitia Lebaran Depok 2026, Hamzah pada hari Jumat, 8 Mei 2026. di Alun-alun Timur Kota Depok dilanjutkan dengan malam penuh budaya, musik, dan yang dimeriahkan oleh Band WALI, EL CORONA Biang Kerok, Family’s Group, Pasar Penghabisan, Tampilan Budaya, Soerplus, Gambang Kromong, dan masih banyak yang lainnya.
[Redaktur: Teunku Isnain Raseukiy]