DEPOK.WAHANANEWS.CO, Margonda – Wali Kota Depok, Supian Suri bacakan amanat Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Menkomdigi), Meutya Hafid saat memimpin upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 di Lapangan Balai Kota Depok, Jalan Raya Margonda No.54, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat, Rabu pagi, (20/05/26).
Harkitnas ke-118 ini mengusung "Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara".
Baca Juga:
Harkitnas ke-118, Pemkab Tapteng Gelar Upacara di Lokasi Bencana
Amanat Meutya Hafid bagi seluruh masyarakat adalah menjadikan momentum Harkitnas ini untuk mewujudkan generasi hebat Indonesia di kancah mendunia.
“Peringatan Harkitnas tidak hanya dimaknai sebagai agenda seremonial tahunan, tetapi menjadi pengingat untuk terus membangun bangsa melalui peningkatan kualitas generasi penerus,” ujar Supian mengutip Meutya.
Wali Kota Depok, Supian Suri saat resmikan layanan 6 Standar Pelayanan Minimum (SPM) yang diterapkan oleh Posyandu Teratai RW 04 Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Kecamatan Pancoran Mas.l, Rabu (20/5/2026).
Baca Juga:
Pemkab Palas Gelar Upacara Harkitnas Tahun 2026, Berjalan dengan Khidmat dan Penuh Semangat
Setelah upacara ini, Supian Suri melanjutkan sejumlah agenda kerja lainnya. Diantaranya, seirama dengan arahan Meutya Hafid, meresmikan layanan 6 Standar Pelayanan Minimum (SPM) yang diterapkan oleh Posyandu Teratai RW 04 Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Kecamatan Pancoran Mas.
“Transformasi enam standar layanan pada posyandu merupakan langkah strategis untuk mewujudkan generasi hebat, sehat, dan berkualitas di masa hadapan,” tegas Suri.
Sebut Suri, Pemkot Depok terus berupaya semua posyandu menjadi pusat peningkatan layanan dasar yang lebih efektif.
“Peran posyandu kini tidak lagi terbatas pada pelayanan kesehatan ibu dan anak. Melainkan telah menjadi pusat integrasi berbagai layanan masyarakat,” tambanya.
Suri menghubungkan dengan realitas banyak anak putus sekolah di Kota Depok, sehingga ia harapkan kader posyandu dapat membantu pemerintah mendata anak-anak yang tidak terfasilitasi akses pendidikannya.
Menurutnya, mewujudkan generasi yang sehat juga bukan hanya soal fisik kesehatan yang baik, tetapi juga ditopang dengan memiliki rumah yang layak.
Melalui program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari pemerintah pusat, provinsi, dan kota adalah wujud nyata pemerintah hadir untuk memperbaiki kualitas hidup warganya.
“Begitu juga dengan bidang-bidang yang lain menjadi harapan penyempurnaan terhadap ikhtiar kita mewujudkan generasi yang hebat, lingkungan yang bersih, lingkungan yang sehat,” tutup Supian Suri.
[Redaktur: Teunku Isnain Raseukiy]