WahanaNews - Depok | Teknik pengelolaan limbah kotoran manusia atau tinja Kota Depok diapresiasi hingga dunia internasional. Belum lama ini, delegasi negara Laos sengaja berkunjung ke Kota Belimbing itu hanya untuk mempelajari teknologi yang digunakan.
Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengatakan, kedatangan delegasi negara Laos diinisiasi oleh Fecal Sludge Management Alliance (FSMA), dan berdasarkan arahan dari Bappenas RI dan Kementerian PUPR, karena Depok dinilai sebagai kota terbaik dalam pengelolaan limbah setelah Bali.
Baca Juga:
Diskominfo Kota Depok Catat, 20 Ribu Lebih Pengguna Wifi DSW Sejak Januari-Februari 2025
"Arahan dari Bappenas dan Kementerian PUPR, Pemerintah Laos ingin belajar, menimba ilmu pengetahuan terkait dengan masalah pengelolaan limbah," ujar Idris, Selasa (6/12/2022).
Idris menyampaikan, pengelolaan limbah di Instalasi Pengolahan Limbah Terpadu (IPLT) Kalimulya memang telah menggunakan teknologi modern, tidak manual lagi. Namun dirinya tidak menampik masih adanya kekurangan-kekurangan dalam pelaksnaannya karena keterbatasan anggaran.
"Pada dasarnya kami sambut baik kunjungan ini, meskipun masih ada kekurangan, salah satunya alat penyaring sampah ya dari mobil ke alat penyaringnya nanti ada plastik, beling, segala macam, itu akan terpisah sebelum masuk ke kolamnya, belum ada,” papar Idris.
Baca Juga:
Bejat Pake Banget! Pria Residivis Perkosa Wanita di Depok, Jual ‘Hape’ Korban buat Beli Sabu
Hal itu pun, kata Idris, yang akan menjadi fokus Pemerintah Kota Depok untuk melakukan evaluasi bersama para pakar yang juga turut dalam rombongan delegasi negara Laos tersebut.
“Nanti kita lihat, kan di sini ada pakar-pakar dalam pengelolaan limbah, apa kekurangannya akan kami share sehingga nanti mereka (Laos) bisa benar-benar belajar dari Indonesia khususnya Kota Depok," katanya.
Idris melanjutkan, selain untuk belajar pengelolaan limba, kunjungan delegasi dari negara Laos itu juga dalam rangka kerjasama GGGI-KOICA South South Knowledge Exchange (SSKE).[mga]