Direktur Operasional RSUI, dr. Tommy Dharmawan, Sp.B.T.KV., Subsp.JD(K), Ph.D., menegaskan bahwa keamanan siber telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pelayanan kesehatan modern karena berkaitan langsung dengan perlindungan data pasien.
Menurutnya, penguatan sistem keamanan informasi merupakan langkah preventif yang wajib dilakukan agar kerahasiaan data medis tetap terjaga sekaligus menjamin keberlangsungan pelayanan rumah sakit.
Baca Juga:
RSUI Strategi Besar: Luncurkan Center of Excellence dengan Layanan Kesehatan Level Unggulan
Pembahasan mengenai aspek regulasi turut diperdalam melalui sesi diskusi panel bersama Direktur Keamanan Siber dan Sandi Pembangunan Manusia BSSN, Dr. Lukman Nul Hakim, S.E., M.M. Ia menjelaskan bahwa fasilitas kesehatan diwajibkan membangun TTIS secara sistematis, mulai dari tahap persiapan, implementasi hingga evaluasi berkala sesuai ketentuan nasional.
Sementara itu, Manajer Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) dan Teknologi Informasi RSUI, Dr. Ir. Ahmad Firdausi, S.T., M.T., IPM, mengungkapkan bahwa RSUI telah memulai pembentukan TTIS sejak 2024 sebagai bentuk kesiapan menghadapi potensi ancaman siber.
Perspektif industri juga turut mewarnai seminar melalui pemaparan Business Solutions Architect Cisco Systems Indonesia, Hansel Gideon Gunawan, B.App.Sc (IT), M.M. Menurutnya, digitalisasi layanan kesehatan bukan sekadar proyek jangka pendek, melainkan proses berkelanjutan yang membutuhkan evaluasi tingkat kematangan keamanan secara berkala agar pengembangan sistem dapat dilakukan secara tepat.
Baca Juga:
Bahaya Campak , Dokter RSUI Shofa Luthfiyani: Dapat Berujung Fatal Jika tak Ditangani Sejak Dini
Melalui seminar dan workshop tersebut, RSUI bersama BSSN berharap kesadaran seluruh pemangku kepentingan terhadap pentingnya keamanan siber di sektor kesehatan semakin meningkat. Selain menjadi forum berbagi pengalaman dan praktik terbaik, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat tata kelola keamanan informasi serta meningkatkan kesiapsiagaan rumah sakit dalam menghadapi berbagai ancaman siber di tengah pesatnya transformasi digital layanan kesehatan.
[Redaktur: Teuku Agam Isnain]