Lokasi operasi pasar murah minyak goreng ini, tutur Kadisindag Jabar, diserahkan kepada kabupaten/kota, bisa di pasar rakyat atau di kantor kecamatan maupun kelurahan yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah.
“Kebanyakan operasi pasar digelar di kota yang menyumbang inflasi cukup besar. Harga minyak goreng di operasi pasar ini dijual Rp14 ribu per botol. Maksimal per orang itu 2 liter, tapi disesuaikan dengan kondisi di lapangan,” tutur Kadisindag Jabar.
Baca Juga:
Junta Militer Myanmar Umumkan Gencatan Senjata Sementara Pascagempa Mematikan
Harga minyak goreng di sejumlah pasar di Jabar mencapai Rp19.000-Rp20.000 per liter. Meski tidak serta merta menekan harga, operasi pasar murah minyak goreng ini diharapkan menjadi salah satu upaya pemerintah membantu masyarakat. “Operasi pasar murah minyak goreng ini hasil kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota dan produsen. Ini memberikan kesempatan pada warga untuk bisa mendapatkan minyak goreng lebih murah,” ujarnya.
Menimpali hal ini, Kepala Bidang Perdagangan Disdagin Kota Depok, Sony Hendro Prajoko tak bergeming saat dikonfirmasi. Awalnya dia berkata lagi zoom, tapi ketika ditunggu selesai dan dikonfirmasi malah sulit, kemudian memblock kontak jurnali.
Terpisah, Kepala UPT Pasar Agung, Biher Purba mengatakan, belum mengetahui adanya operasi pasar minyak murah tersebut. Justru, kata dia, sempat ada wacana dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Jawa Barat mengenai, operasi pasar yang akan dilakukan di Kota Depok. Namun, waktunya belum ditentukan. “Operasi pasar ada wacana dari Disdagin Jabar tapi belum tau waktu pastinya,” ungkap Biher.
Baca Juga:
Indonesia Siap Mitigasi Dampak Negatif Tarif Impor AS Terhadap Produk Buatan Indonesia
Senada, Kepala Sub bagian Tata Usaha (TU) UPT Pasar Cisalak, Budi Heryanto menyebutkan, pihaknya belum mengetahui operasi pasar murah tersebut yang rencananya akan digelar di dua pasar di Kota Depok .
julian sihite.