DEPOK.WAHANANEWS.CO, Gunadarma – Komitmen menghadirkan layanan kesehatan yang aman dan berkualitas mewarnai pelaksanaan program bakti sosial "UPZ UG Berdampak 2026" yang digelar Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Universitas Gunadarma di Auditorium Lantai 3 Kampus F6. Dalam kegiatan tersebut, UPZ Universitas Gunadarma menggandeng tim medis dari Fakultas Kedokteran Universitas Gunadarma untuk memastikan seluruh layanan kesehatan berjalan sesuai standar klinis, Sabtu (4/7/2026).
Kolaborasi lintas disiplin ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pelayanan yang profesional, mulai dari pelaksanaan khitanan massal bagi 44 anak hingga pemeriksaan kesehatan atau medical check-up komprehensif kepada 150 peserta yang berasal dari masyarakat umum maupun civitas akademika Universitas Gunadarma.
Baca Juga:
Usai Lebaran, Gubernur Jateng Minta ASN Tak Kendur Layani Masyarakat
Direktur Pelaksana Harian UPZ Universitas Gunadarma sekaligus Ketua Panitia, Mega Oktaviany Ph.D menegaskan bahwa keterlibatan tenaga medis profesional merupakan bentuk tanggung jawab dalam mengelola dana zakat, infak, dan sedekah agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dengan kualitas pelayanan terbaik.
"Kegiatan filantropi tidak boleh kompromi soal kualitas dan keselamatan. Dengan menggandeng tim kesehatan dari fakultas kedokteran kampus kita sendiri, kami memastikan bahwa dana zakat, infak, dan sedekah dieksekusi langsung oleh tenaga ahli yang bersertifikasi. Ini menghapus kecemasan warga yang sering kali ragu mengikuti khitanan massal karena khawatir dengan standar peralatannya," ujar Mega.
Menurutnya, sinergi antara UPZ dan Fakultas Kedokteran menunjukkan bahwa program sosial tidak hanya berorientasi pada jumlah penerima manfaat, tetapi juga mengedepankan mutu pelayanan serta keamanan setiap peserta.
Baca Juga:
Masinton Ajak RRI Sibolga Kolaborasi Penguatan Informasi dan Berantas Hoaks
Hal senada disampaikan perwakilan tim dokter Fakultas Kedokteran Universitas Gunadarma, Dokter Miftah, yang memastikan seluruh tindakan medis telah mengikuti standar operasional prosedur (SOP) klinis dengan penerapan protokol kesehatan dan sterilitas yang ketat.
"Sebagai bagian dari civitas akademika Gunadarma, kehadiran kami di sini adalah wujud nyata pengabdian masyarakat. Kami memastikan seluruh prosedur khitanan massal dan pengecekan laboratorium metabolik dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) klinis," jelas Miftah.
Ia menjelaskan, tim medis tidak hanya berfokus pada aspek teknis tindakan kesehatan, tetapi juga memperhatikan kenyamanan peserta, khususnya anak-anak yang mengikuti program khitanan massal.
"Fokus utama kami selain sterilisasi alat adalah minimalisasi trauma nyeri pada anak melalui pendekatan yang ramah, serta memberikan edukasi kesehatan lanjutan yang mudah dipahami bagi peserta medical check-up. Kami ingin masyarakat pulang tidak hanya membawa hasil tes, tetapi juga pemahaman tentang cara menjaga kesehatan mereka," tambahnya.
Melalui kolaborasi tersebut, program "UPZ UG Berdampak 2026" tidak hanya membantu meringankan beban masyarakat, terutama kelompok prasejahtera, tetapi juga menjadi bukti bahwa sinergi antarlembaga di lingkungan Universitas Gunadarma mampu menghadirkan layanan kesehatan yang profesional, aman, nyaman, dan tepat sasaran. Pendekatan ini sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam menjalankan fungsi pengabdian kepada masyarakat melalui pemanfaatan kompetensi akademik yang dimiliki.
[Redaktur: Hendrik Isnaini Raseukiy]