DEPOK.WAHANANEWS.CO, Kota Depok — Sejumlah aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Kota Depok menggelar pertemuan silaturahmi yang dikemas sebagai upaya rekonsiliasi antar elemen masyarakat. Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana Idulfitri sekaligus menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kota Depok.
Ketua Pokja Ramah Investasi Depok (PRID), Kasno menyampaikan bahwa pertemuan ini bertujuan untuk meredakan ketegangan yang sempat muncul saat perbedaan pihak saat Pilkada Kota Depok 2024 yang lalu serta menyatukan kembali persepsi antar kelompok masyarakat.
Baca Juga:
Selewengkan WFH Jumat ASN Kota Depok untuk Tamasya: Publik BASIS-24 Mengawasi
“Pertemuan tadi itu tujuannya adalah islah atau rekonsiliasi. Apalagi ini masih suasana Idulfitri, jadi momentum yang tepat untuk saling memaafkan,” ujarnya.
Kas menambahkan, selain sebagai ajang silaturahmi, forum tersebut juga dimanfaatkan untuk membahas sejumlah agenda penting daerah, termasuk isu pendidikan seperti Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang dinilai krusial bagi masa depan generasi muda.
“Setelah ini ada agenda besar terkait masa depan anak bangsa, yaitu soal PPDB. Kita ingin menyatukan persepsi supaya masa mendatang tidak menimbulkan persoalan,” katanya.
Baca Juga:
Ketua RT Kasno Mengaku Cabut Laporan Polisi: Ini Ujungnya
Dalam kesempatan ini, para aktivis juga menegaskan sikap untuk mendukung kepemimpinan daerah pasca kontestasi politik. Meski demikian, ruang kritik tetap dinilai penting selama disampaikan secara objektif dan berbasis fakta.
“Pilkada sudah selesai, siapa pun pemimpinnya harus kita dukung selama sesuai regulasi. Kritik, saran, dan masukan itu tidak masalah selama objektif dan sesuai realita,” tuturnya.
Ia juga menegaskan bahwa pertemuan tersebut tidak berkaitan dengan upaya intervensi terhadap proses hukum yang tengah berjalan di sejumlah kasus yang melibatkan aktivis.
“Ini tidak ada kaitannya dengan hal[-hal hukum yang mungkin ada sudah dijadikan agenda kawan[-kawan. Kalau ada teman-teman yang membuat laporan, itu berjalan sesuai mekanisme. Kita tidak melakukan lobi apa pun,” tegasnya.
Sementara itu, aktivis lainnya, Ketua GEDOR Eman, menyambut positif undangan silaturahmi yang diinisiasi oleh Pokja Ramah Investasi Hijau Kota Depok ini. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi dalam pembangunan kota.
“Kita menyambut baik undangan silaturahmi ini. Kota Depok milik kita bersama, jadi mari kita bangun bersama agar cita-cita pembangunan bisa terwujud,” ujar Eman.
Menurutnya, stabilitas kota menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi masyarakat. Hal itu juga diharapkan dapat mendorong kontribusi positif dari berbagai pihak.
“Bagaimana kita menciptakan stabilitas kota yang aman dan nyaman sehingga bisa memberi kontribusi positif bagi masyarakat luas,” katanya.
Eman juga berharap momentum ulang tahun ke-27, tanggal 27 April Kota Depok nanti dapat menjadi titik awal realisasi berbagai rencana pembangunan jangka menengah daerah.
“Mudah-mudahan rencana pembangunan lima tahun ke depan benar-benar bisa direalisasikan,” ucapnya.
Para aktivis sepakat bahwa perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam kehidupan berdemokrasi. Namun, perbedaan tersebut tidak seharusnya menjadi pemicu konflik.
“Perbedaan itu rahmat. Jangan sampai perbedaan justru membuat kita bermusuhan,” katanya.
Semangat persatuan juga kembali ditegaskan melalui Gerakan Depok Bersatu yang sejak awal dideklarasikan untuk merangkul seluruh elemen masyarakat tanpa memandang latar belakang.
“Kita tidak bicara suku, ras, atau agama. Semua harus bersatu. Karena hanya dengan persatuan, kita bisa mewujudkan apa yang kita inginkan,” pungkasnya.
[Redaktur: Hendrik I Raseukiy]