DEPOK.WAHANANEWS.CO, Cilodong -- Fraksi PPP dan Fraksi PKB DPRD Kota Depok mendorong pemerintah daerah untuk mengabadikan nama tokoh dan pejuang lokal sebagai nama jalan di wilayah tersebut. Langkah ini dinilai penting sebagai bentuk penghargaan terhadap jasa para pendiri dan pelaku sejarah Kota Depok, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026).
Ini perlu riset. Ada di naskah kearsipan yang terdapat nama-nama pejuang dan tokoh Kota Depok yang layak dijadikan nama jalan. Hal ini disebutkan Anggota Fraksi PPP Qonita Lutfiyah dan Ketua Fraksi PKB Siswanto. Mareka, juga menekankan pentingnya riset mendalam untuk menentukan nama-nama tokoh yang layak diabadikan. Menurutnya, referensi tersebut sebenarnya sudah tersedia dalam arsip sejarah.
Baca Juga:
Lurah Grogol-Camat Limo Menyangkal Terlibat: Keluarga Nimah Ara Tantang Blokade Jalan Masuk Proyek Lymo House Dua
Bagi Qonita, gagasan ini menarik dan berpotensi menjadi warisan penting bagi kepemimpinan daerah yang dapat menjadi suatu warisan bagi Wali Kota Depok Supian Suri dan Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah.
“Dilakukan dapat menjadi legacy Pak Supian Suri dan Pak Chandra ketika memimpin, dengan menjadikan nama-nama tokoh dan pahlawan Kota Depok sebagai nama jalan,” kata Qonita saat ditemui di Gedung Dewan, Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat.
Dia mengingatkan bahwa tanpa adanya upaya konkret, sejarah para tokoh lokal berpotensi terlupakan oleh generasi mendatang.
Baca Juga:
Kota Depok Serentak Luncurkan RBI di 63 Kelurahan: Lindungi Perempuan dan Anak
“Saya khawatir kalau tidak ada apresiasi, para pahlawan atau pendiri Kota Depok ini bisa terlupakan oleh sejarah,” ucapnya.
Qonita berharap pembangunan kota tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga memperkuat nilai sejarah dan identitas daerah.
“Harapannya, semangat membangun Kota Depok harus terus ditingkatkan, bukan hanya secara fisik, tapi juga menjaga nilai sejarahnya,” jelasnyi.
Menurutnyi, penggunaan nama tokoh sebagai nama jalan merupakan bagian dari penghargaan sekaligus upaya edukasi lintas generasi.
“Ini bagian dari menghargai jasa mereka dan mempertahankan sejarah supaya anak cucu kita tahu,” pungkasnya.
Demikian pula, pendapat Ketua Fraksi PKB Siswanto bahwa masyarakat perlu dikenalkan lebih luas dengan tokoh-tokoh lokal yang memiliki kontribusi besar terhadap perkembangan kota. Menurutnya, penggunaan nama tokoh sebagai nama jalan dapat menjadi sarana edukasi sejarah bagi publik.
“Masih banyak nama jalan yang saat ini kurang memiliki makna historis. Karena itu, penggantian nama jalan dianggap perlu dilakukan secara selektif. Terutama mengganti nama-nama jalan yang saat ini kurang bermakna misalkan, Jalan Nangka, Jalan Cipayung, Jalan Citayam, meskipun Citayam masih bagian dari sejarah Kota Depok,” ujar Siswanto.
Siswanto menambahkan, pengabadian nama tokoh di ruang publik juga dapat memberikan kebanggaan tersendiri bagi keluarga dan masyarakat.
“Kalau ditanya siapa saja nama pejuang Kota Depok, ini perlu riset. Sebenarnya ada di naskah arsip, ada nama-nama tokoh pelaku sejarah yang layak dijadikan nama jalan,” tuturnya.
Siswanto kemudian mencontohkan kebijakan serupa yang pernah dilakukan di DKI Jakarta semasa Gubernur Anies Baswedan. dengan memakai atau mengubah mana sejumlah jalan menggunakan nama seniman dan budayawan.
“Kita ingat di Jakarta, Pak Anies Baswedan mengubah nama jalan yang kurang bermakna menjadi nama tokoh seperti Mpok Norih dan Benyamin Sueb,” ujarnya.
[Redaktur: Zahara Tio]