DEPOK.WAHANANEWS
CO, Sukmajaya – Tirta Asasta Depok (TAD) Perseroda angkat 10 ton sampah yang mencemari Sungai Ciliwung di Kota Depok, Jawa Barat. Juga, PT TAD ini menanam pohon dan membersihkan tepian sungai.
Disebutkan Dirut PT TAD M Olik Abdul Holik, aksi pelestarian ini dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia 22 Maret 2026.
Baca Juga:
Normalisasi Sungai Ciliwung Ditargetkan Menteri PU Selesai Pada 2026
Olik menekankan, pentingnya Ciliwung sebagai sumber utama air baku bagi Kota Depok.
“Sekira 90 persen pasokan air yang dikelola perusahaan berasal dari sungai tersebut, sehingga kelestariannya harus dijaga bersama. Jumlah sampah yang berhasil diangkat menjadi bukti bahwa kondisi sungai masih memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak,” ujar Olik, Rabu 1 April 2026.
Olik menilai pentingnya tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan.
Baca Juga:
Menteri PU Dorong Peran Aktif Pemda dalam Pengendalian Banjir Jabodetabek
Kegiatan ini rutin digelar setiap tahun dengan melibatkan tidak hanya karyawan perusahaan, tetapi juga pelajar, komunitas lingkungan, dan masyarakat dari wilayah Jabodetabek.
Ratusan peserta turut ambil bagian, tidak hanya dalam aksi bersih sungai, tetapi juga dalam kegiatan edukasi kepada warga, khususnya yang tinggal di sekitar tepian sungai, supaa lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan.
Selaras, dukungan datang dari Ketua Komisi B DPRD Kota Depok Hamzah. Politisi Partai Gerindra ini mengatakan aksi perawatan sungai ini adalah langkah konkret dan strategis dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air.
Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendukung upaya penguatan sumber air baku melalui kebijakan maupun anggaran.
“Kegiatan ini sekaligus memperkuat sinergi antara perusahaan, pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat dalam menjaga ekosistem Kali Ciliwung. Upaya pembersihan sungai hingga edukasi publik dinilai sebagai langkah penting dalam menjaga kelestarian lingkungan dari hulu hingga hilir,” ujar Hamzah.
Kembali, Olik sepakat, sampah di sungai tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga berpotensi mengganggu operasional pengolahan air bersih, seperti menyumbat pompa produksi air TAD.
Ia berharap kegiatan serupa dapat dilakukan lebih rutin, tidak hanya saat Hari Air Sedunia, tetapi juga pada momen lain seperti Hari Bumi dan Hari Lingkungan Hidup.
Sebagai bagian kolaboratif PT Tirta Asasta Depok turut melibatkan berbagai komunitas dan pemangku kepentingan untuk meningkatkan kesadaran kolektif bahwa menjaga kebersihan sungai merupakan tanggung jawab bersama.
Perwakilan Dewan Komisaris, Hendra Dimun, juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia menilai kegiatan ini sebagai langkah nyata dalam mengurangi pencemaran, terutama sampah plastik, meskipun permasalahan tersebut tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat.
Kegiatan ini turut dihadiri unsur Pemerintah Kota Depok, termasuk Asisten Perekonomian dan Pembangunan serta sejumlah kepala OPD dan organisasi lingkungan.
“Melalui aksi ini, kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga kualitas sumber air serta mengajak masyarakat untuk bersama-sama merawat Ciliwung demi keberlanjutan lingkungan dan ketersediaan air bersih di masa depan,” sebut Hendra.
[Redaktur: Teunku I Raseukiy]