Menurut Nurman, kemerdekaan tidak cukup dimaknai melalui seremoni, tetapi harus diwujudkan melalui pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Semangat kemerdekaan harus kita teruskan melalui pembangunan yang memperkuat kemandirian, menjunjung persamaan hak dan menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat,” ujar Nurman saat membacakan amanat Wali Kota Depok.
Baca Juga:
Satpol PP Segel Gedung Mewah Langgar GSS Ciliwung Pekan Esok: Ada yang Lapor Polres Soal Penipuan
Dalam konteks pembangunan Kota Depok, semangat tersebut diterjemahkan melalui visi “Bersama Depok Maju”. Visi itu menempatkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat sebagai salah satu fondasi untuk membangun kota yang modern, inklusif, berdaya saing dan berkelanjutan.
Fokus pada SDM hingga Transformasi Digital
Sejumlah arah kebijakan pembangunan Depok turut disampaikan dalam amanat tersebut. Di antaranya penguatan sumber daya manusia secara inklusif, percepatan pembangunan infrastruktur yang maju dan ramah lingkungan, pengembangan ekonomi kreatif berbasis teknologi, serta transformasi pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan berbasis digital.
Baca Juga:
Terlapor Pengrusakan Properti yang Sempat Viral Jalani Pemeriksaan
Nurman menegaskan, arah pembangunan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi menghasilkan capaian yang dapat dirasakan masyarakat.
“Komitmen ini bukan hanya sekadar slogan, tetapi harus diwujudkan melalui kerja nyata, kolaborasi dan pengabdian untuk memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Salah satu capaian yang disoroti dalam amanat tersebut adalah keberhasilan Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa Kota Depok meraih predikat Pusat Keunggulan Pengadaan Barang dan Jasa Level Proaktif Bintang 3 dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Depok disebut menjadi kota pertama di Indonesia yang meraih predikat tersebut.