Melalui penyelenggaraan Lebaran Depok 2026, KOOD Berbudaya bersama masyarakat berharap Pasar Pengabisan tidak sekadar menjadi nostalgia, tetapi juga sarana edukasi budaya bagi generasi penerus.
“Di Lebaran Depok ini kita angkat kembali supaya anak cucu kita paham bahwa ini bagian dari tradisi dan budaya kita,” tandasnya.
Baca Juga:
Lebaran Depok 2026: Kebo Andil, Tradisi Potong Kerbau Sarat Nilai Kebersamaan dan Toleransi di Betawi Depok
Tradisi Pasar Pengabisan pun menjadi pengingat bahwa semangat menyambut Idulfitri bagi masyarakat Depok bukan hanya soal perayaan, tetapi juga tentang menjaga warisan budaya dan nilai kebersamaan yang telah hidup sejak masa lampau.
Lebih lanjut, disebut Ketua Panitia Lebaran Depok 2026, Hamzah pada hari Jumat, 8 Mei 2026. di Alun-alun Timur Kota Depok dilanjutkan dengan malam penuh budaya, musik, dan yang dimeriahkan oleh Band WALI, EL CORONA Biang Kerok, Family’s Group, Pasar Penghabisan, Tampilan Budaya, Soerplus, Gambang Kromong, dan masih banyak yang lainnya.
Ketua Panitia Pelaksana Lebaran Depok 2026, Hamzah saat sedang tampil di penampilan Band PWI Kota Depok, Kamis (7/6/2026). [DEPOK.WAHANANEWS.CO / PWI Kota Depok]
Baca Juga:
Lebaran Depok 2026 Diserbu Warga, UMKM Raup Berkah
Lebih lanjut, disebut Ketua Panitia Lebaran Depok 2026, Hamzah pada hari Jumat, 8 Mei 2026. di Alun-alun Timur Kota Depok dilanjutkan dengan malam penuh budaya, musik, dan yang dimeriahkan oleh Band WALI, EL CORONA Biang Kerok, Family’s Group, Pasar Penghabisan, Tampilan Budaya, Soerplus, Gambang Kromong, dan masih banyak yang lainnya.
[Redaktur: Teunku Isnain Raseukiy]