"Fokus utama kami selain sterilisasi alat adalah minimalisasi trauma nyeri pada anak melalui pendekatan yang ramah, serta memberikan edukasi kesehatan lanjutan yang mudah dipahami bagi peserta medical check-up. Kami ingin masyarakat pulang tidak hanya membawa hasil tes, tetapi juga pemahaman tentang cara menjaga kesehatan mereka," tambahnya.
Melalui kolaborasi tersebut, program "UPZ UG Berdampak 2026" tidak hanya membantu meringankan beban masyarakat, terutama kelompok prasejahtera, tetapi juga menjadi bukti bahwa sinergi antarlembaga di lingkungan Universitas Gunadarma mampu menghadirkan layanan kesehatan yang profesional, aman, nyaman, dan tepat sasaran. Pendekatan ini sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam menjalankan fungsi pengabdian kepada masyarakat melalui pemanfaatan kompetensi akademik yang dimiliki.
Baca Juga:
Usai Lebaran, Gubernur Jateng Minta ASN Tak Kendur Layani Masyarakat
[Redaktur: Hendrik Isnaini Raseukiy]