Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendukung upaya penguatan sumber air baku melalui kebijakan maupun anggaran.
“Kegiatan ini sekaligus memperkuat sinergi antara perusahaan, pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat dalam menjaga ekosistem Kali Ciliwung. Upaya pembersihan sungai hingga edukasi publik dinilai sebagai langkah penting dalam menjaga kelestarian lingkungan dari hulu hingga hilir,” ujar Hamzah.
Baca Juga:
Normalisasi Sungai Ciliwung Ditargetkan Menteri PU Selesai Pada 2026
Kembali, Olik sepakat, sampah di sungai tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga berpotensi mengganggu operasional pengolahan air bersih, seperti menyumbat pompa produksi air TAD.
Ia berharap kegiatan serupa dapat dilakukan lebih rutin, tidak hanya saat Hari Air Sedunia, tetapi juga pada momen lain seperti Hari Bumi dan Hari Lingkungan Hidup.
Sebagai bagian kolaboratif PT Tirta Asasta Depok turut melibatkan berbagai komunitas dan pemangku kepentingan untuk meningkatkan kesadaran kolektif bahwa menjaga kebersihan sungai merupakan tanggung jawab bersama.
Baca Juga:
Menteri PU Dorong Peran Aktif Pemda dalam Pengendalian Banjir Jabodetabek
Perwakilan Dewan Komisaris, Hendra Dimun, juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia menilai kegiatan ini sebagai langkah nyata dalam mengurangi pencemaran, terutama sampah plastik, meskipun permasalahan tersebut tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat.
Kegiatan ini turut dihadiri unsur Pemerintah Kota Depok, termasuk Asisten Perekonomian dan Pembangunan serta sejumlah kepala OPD dan organisasi lingkungan.
“Melalui aksi ini, kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga kualitas sumber air serta mengajak masyarakat untuk bersama-sama merawat Ciliwung demi keberlanjutan lingkungan dan ketersediaan air bersih di masa depan,” sebut Hendra.